Korban Bom Bali I Sebut Ide Pembubaran Densus 88 Antiteror Tidak Waras yang Perlu Ditolak

Rabu, 13 Oktober 2021 09:23

ILUSTRASI: Tim Densus 88 (TAWAKKAL/FAJAR)

FAJAR.CO.ID, DENPASAR – Usul Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Fadli Zon agar pemerintah membubarkan Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror Polri memantik reaksi luas masyarakat.

Banyak yang setuju, tetapi banyak pula yang menolak cuitan twitter mantan Wakil Ketua DPR RI periode 2014 – 2019 ini. Yang paling menolak adalah para korban bom.

Tak terkecuali korban Bom Bali I, Suyanto, 56. Secara terbuka, Suyanto menolak ide dan wacana yang dilontarkan Fadli Zon untuk membubarkan Densus 88 Antiteror Polri.

Menurut Suyanto, usulan membubarkan Densus 88 Antiteror Polri adalah ide tidak waras yang perlu ditolak.

Saat aksi teroris belum bisa dibersihkan di tanah air, keberadaan Densus 88 masih sangat dibutuhkan. “Sebagai korban Bom Bali, sekaligus mewakili saudara kami yang menjadi korban, kami menyatakan tidak setuju (pembubaran Densus 88). Justru kalau bisa Densus 88 diberi kewenangan lebih untuk memberantas teroris,” ujar Suyanto saat ditemui di Monumen Ground Zero, Kuta, saat peringatan 19 tahun peristiwa Bom Bali 1.

Bagikan berita ini:
8
10
4
Tetap terhubung dengan kami:

Komentar