LPSK Tawarkan Solusi untuk Kasus Dugaan Kekerasan Seksual di Luwu Timur

Rabu, 13 Oktober 2021 21:14

Ilustrasi. (int)

FAJAR.CO.ID, JAKARTA — Kasus dugaan pencabulan yang dialami tiga anak di Luwu Timur, Sulawesi Selatan, mencuat dan ramai diperbicangkan masyarakat setelah kembali viral di media sosial. Masyarakat mendesak kepolisian untuk membuka kembali perkara tersebut setelah sebelumnya kepolisian sempat menghentikan penyelidikan karena dianggap kurang bukti.

Wakil Ketua Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK) Edwin Partogi Pasaribu menilai kepolisian perlu segera mengambil langkah-langkah jitu untuk menjawab desakan yang mencuat.

LPSK, kata Edwin menawarkan solusi yang patut dipertimbangkan Kepolisian untuk mengakhiri polemik di tengah masyarakat. Menurutnya, salah satu pangkal persoalan dalam kasus tersebut adalah keraguan Ibu Korban terhadap proses penyelidikan yang berakhir dengan terbitnya Surat Ketetapan Penghentian Penyelidikan (SKP2), pada 10 Desember 2019.

”Kami menemukan kesan Ibu korban meragukan terhadap hasil pemeriksaan visum et refertum dan visum et repertum psychiatricum yang telah dilakukan kepada Korban sebanyak tiga kali, mulai dari pemeriksaan di Puskesmas Malili hingga Rumah Sakit Bhayangkara Polda Sulawesi Selatan Makassar,” tutur Edwin.

Bagikan berita ini:
8
10
5
Tetap terhubung dengan kami:

Komentar