PGRI Minta Seleksi PPPK Guru Tidak Dicampur Aduk

Rabu, 13 Oktober 2021 15:59

Ketua Umum Pengurus Besar PGRI, Unifah Rosyidi -- jpnn

FAJAR.CO.ID, JAKARTA– Pengurus Besar Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) mengharapkan seleksi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) guru, selanjutnya dibuat sesuai klasifikasi. Artinya, peserta ujian dengan kategori berbeda tidak lagi digabungkan ketika melakukan tes atau tidak dicampur aduk.

Ketua Umum Pengurus Besar (Ketum PB) PGRI Unifah Rosyidi mengatakan bahwa pemisahan ini dapat dilakukan agar persaingan menjadi guru PPPK menjadi adil.

“Saya mohon usia 35 tahun ke atas, masa kerja tertentu yang dites itu sesama honorer, bukan dicampur dengan fresh graduate, bisa kalah sama mereka,” ungkap dia kepada wartawan, Rabu (13/10).

Unifah juga meminta agar ada klasterisasi berdasarkan daerah. Menurut Unifah, guru antarwilayah tak bisa masuk dalam kantong ujian yang sama.

“Terus memperhatikan daerah 3T (Tertinggal, Terdalam, Terluar), itu harus diberi perhatian dan tesnya harus sama putra-putri daerah mereka, jangan dicampur,” imbuhnya.

Dia berharap untuk seleksi selanjutnya rekomendasi ini dapat dipertimbangkan. Kemudian terkait teknisnya, seperti penambahan poin atau afirmasi dapat dibuat berjenjang.

Bagikan berita ini:
5
2
10
Tetap terhubung dengan kami:

Komentar