Ramayana Potehi

Rabu, 13 Oktober 2021 17:38

Disway

Oleh Dahlan Iskan

Ketika memuji Presiden Jokowi sebagai ”jenius”, ikhlaskah Prof Kishore Mahbubani?

Ia memang seorang diplomat –yang umumnya suka basa-basi. Tapi Mahbubani juga seorang ilmuwan –yang umumnya tidak suka basa-basi.

Yang jelas pujian itu ia tulis bukan dalam rangka diplomasi. Prof Mahbubani sudah lama pensiun sebagai diplomat –ia pernah menjabat ketua Dewan Keamanan PBB dan duta besar Singapura di lembaga dunia itu selama dua periode yang panjang. Gayanya saja yang tetap diplomat: halus dan tidak meledak-ledak. Karena itu ia juga seorang pengajar yang baik. Seminar-seminarnya memikat. Wawancara-wawancaranya menarik. Ia juga seorang penulis yang produktif.

Sebuah sindikasi –semacam kantor berita untuk artikel bermutu– meminta Mahbubani sebagai salah satu penulis tetap. Seminggu sekali atau sebulan sekali. Media apa saja boleh memuat artikel produk sindikat itu –asal bayar.

Hanya penulis-penulis ternama yang dipilih menjadi anggota sindikat.

Mahbubani bukan kaleng-kaleng.

Sebenarnya Mahbubani tidak hanya memuji Jokowi. Ia juga memuji Indonesia secara keseluruhan. Misalnya: Indonesia ternyata berhasil tetap utuh. Padahal banyak analis Barat memperkirakan Indonesia bakal terpecah-pecah.

Bagikan berita ini:
9
4
5
Tetap terhubung dengan kami:

Komentar