Timsel Calon Anggota KPU dan Bawaslu 2022-2027, Ini Catatan Koalisi Masyarakat Sipil Kawal Pemili 2024

Rabu, 13 Oktober 2021 09:47

Massa Gabungan Elemen Rakyat untuk Keadilan dan Kebenaran (Gerak) yang diprakarsai oleh Eggi Sudjana dan Kivlan Zen akan kembali melakukan aksi unjuk rasa di Komisi Pemilihan Umum (KPU) dan Bawaslu, Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat, Jum'at (10/5/2019). Unjuk rasa yang diprakarsai oleh Kivlan Zein dan Eggi Sudjana mendesak KPU dan Bawaslu untuk membongkar kecurangan yang terjadi selama penghitungan suara. FOTO: Faisal R Syam / FAJAR INDONESIA NETWORK.

FAJAR.CO.ID, JAKARTA – Pasca diumukannya tim seleksi calon anggota KPU dan Bawaslu 2022-2027, Koalisi Masyarakat Sipil Kawal Pemilu 2024 menyampaikan sejumlah catatan.

Sedikitnya, tercatat lima poin penting. Antara lain menyayangkan penentuan tim seleksi yang tidak memberikan waktu “masa sanggah” bagi masyarakat untuk memberikan catatan serta masukan terhadap rekam jejak masing-masing anggota tim seleksi yang sudah ditentukan.

Dalam Pasal 22 Ayat (3) Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2017 mensyaratkan komposisi tim seleksi KPU dan Bawaslu berasal dari perwakilan unsur pemerintah sebanyak tiga orang, perwakilan unsur masyarakat empat orang, dan perwakilan unsur akademisi empat orang.

Sementara, dalam Surat Keputusan Presiden No. 120/P Tahun 2021, tidak memberikan penjelasan secara perinci dan terbuka latar belakang 11 anggota tim seleksi tersebut yang mewakili unsur pemerintah tiga orang, unsur akademisi empat orang, dan unsur masyarakat empat orang.

Ketua Tim Seleksi KPU dan Bawaslu memang memiliki rekam jejak teruji dalam kepemiluan. Akan tetapi, yang bersangkutan juga merupakan mantan anggota Tim Sukses Jokowi-Ma’ruf pada Pemilu 2019. Hal ini sangat disayangkan karena Ketua Tim Seleksi KPU dan Bawaslu bukan berasal dari unsur masyarakat atau akademisi.

Bagikan berita ini:
5
5
10
Tetap terhubung dengan kami:

Komentar