Gara-gara Mengaku Hamil, Oknum Satpol PP Aniaya Kekasih Gelap

Kamis, 14 Oktober 2021 21:43
Gara-gara Mengaku Hamil, Oknum Satpol PP Aniaya Kekasih Gelap

Perempuan berinisial YL menceritakan dugaan penganiayaan yang dialaminya.

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR — Emosi wanita berinisial YL (31) sudah di ujung tanduk. Janda muda ini mengaku berkali-kali dianiaya oleh kekasihnya sendiri, berinisial YS (38).

Penyebabnya, YS emosi lantaran tahu bahwa YL tengah hamil enam pekan. YS pun naik pitam hingga melakukan tindakan pidana penganiayaan.

Peristiwa itu terjadi di salah satu hotel ternama di Makassar, pada 7 Oktober 2021 lalu.

“Saya laporkan (ke polisi) soal kehamilan dan penganiayaan,” kata YL saat ditemui wartawan, Kamis (14/10/2021).

Janda muda ini bercerita, awalnya ia dan YS saling kenal pada 21 Juni 2021 lalu dari aplikasi pertemanan. Kala itu, hubungan keduanya baik-baik saja. Lalu berselang beberapa hari, keduanya menjalin hubungan pacaran.

“Pengakuan dia (terlapor YS) tidak punya istri. Sampai di akhir Juni, di situ ketahuan bahwa dia punya istri dari salah satu provos Balai Kota dan mengaku proses perceraian,” ucap YL, yang meniru perkataan YS.

Segala bujuk rayu dari mulut YS pun keluar dari mulutnya hingga YL, dan perhatiannya selama kenal, membuat dirinya nyaman dan percaya, menerima dirinya sebagai janda.

Lalu, masuk di September 2021, tiba-tiba YL mengaku hamil akibat hubungan badan dengan YS. YS pun panik bukan main saat itu.

“Lalu tanggal 7 Oktober, pas di sebuah hotel di Jalan Lanto Daeng Pasewang, saya minta dia tanggungjawab. Istrinya sudah tahu. Tapi dia malah mau menyuruh saya menggugurkan sendiri,” kata YL, yang lagi-lagi menirukan perkataan istri dari terlapor YS.

Pengakuannya, YL pun marah dan menampar YS. Tak terima, YS menampar balik dan melakukan ragam tindak penganiayaan lainnya.

“Melukai lengan kiri kanan saya. Dia lukai sampai berdarah. Iya seperti itu seperti luka bakar. Dia sempat (pakai) korek api tapi tidak sampai. Cuman tersentuh sedikit dengan kulit saya. Lalu dia pukul tangan saya. Melepuh sampai tangan saya terkelupas kulitnya,” kata YL.

Lalu, lanjut YL, terlapor YS sempat ingin meminta untuk berhubungan badan kembali. YL sempat menolak namun akhirnya ia terima meski dalam keadaan terpaksa di hotel itu.

Besoknya, pada 8 Oktober 2021, YL mengaku dianiaya lagi oleh YS. “Tepat jam 10 pagi, ia memakai PDL Satpol-nya. Lalu dia lukai lengan saya hingga memar,” tambahnya.

Singkat cerita, YL pun bertindak dengan cara melapor ke pimpinan dan pihak terkait. Namun tak membuahkan hasil.

“Saya pun nekat mengambil jalur hukum siapa tau ada keadilan. Saya juga sempat datangi rumahnya (YS). Saya niatkan selesaikan masalah ini baik-baik. Tetapi saya dibilangin wanita murahan. Saya juga sempat datang lagi ke kantor camat dan dituding berbuat onar di sana,” aku YL.

Kasus ini telah ia laporkan ke Polrestabes Makassar. Dia berharap, kasus ini segera terungkap.

Dikonfirmasi teripisah, Kasubag Humas Polrestabes Makassar, AKP Lando mengaku belum mendapat laporan itu.

“Belum tahu, kapan kejadiannya. Saya cek. Soalnya saya bukan bagian penerimaan laporan,” singkatnya. (ishak/fajar)

Bagikan berita ini:
6
8
9
Tetap terhubung dengan kami:

Komentar