Pembubaran Densus 88 Picu Ancaman Teror

Kamis, 14 Oktober 2021 23:08

ilustrasi densus 88

FAJAR.CO.ID, JAKARTA – Wacana pembubaran Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror Polri memicu polemik di tengah masyarakat. Wacana ini pertama kali dilontarkan oleh politikus Partai Gerindra Fadli Zon. Pembubaran Densus 88 Antiteror Polri dikhawatirkan memicu ancaman teror di Indonesia.

Peneliti senior Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) Prof Hermawan Sulistyo menyampaikan pandangan, tidak ada masalah apabila detasemen khusus yang didirikan sejak tahun 2003 itu dibubarkan. Namun dia memberikan peringatan secara tegas, apabila dibubarkan maka potensi ancaman teror akan terjadi di mana-mana.

“Jika mau dibubarkan ya bubarkan saja, kalau ada bom jangan mengeluh kalau negara kita seperti Suriah,” ujar Hermawan Sulistyo dalam diskusi Densus 88 Penanganan Terorisme dan Narasi Islamofobia di Jakarta Kamis (14/10). Menurut dia, selama ini mekanisme operasi penangkapan yang dilakukan Densus 88 Antiteror Polri tidak sembarangan.

Bahkan proses yang dilakukan Densus sepenuhnya akuntable. Hanya saja, ia menyayangkan kurangnya kepiawaian pihak kepolisian dalam menyosialisasikan kepada publik terkait upaya yang sudah dilakukan.

Bagikan berita ini:
7
10
2
Tetap terhubung dengan kami:

Komentar