Pulihkan Sektor Wisata, 19 Negara Bisa Masuk Bali dan Kepulauan Riau

Kamis, 14 Oktober 2021 13:56
Pulihkan Sektor Wisata, 19 Negara Bisa Masuk Bali dan Kepulauan Riau

PESONA PULAU DEWATA: Anak-anak berjalan sambil membawa papan seluncur di Pantai Kuta, Bali. (AFP)

FAJAR.CO.ID, JAKARTA — Pemerintah kembali membuka akses masuk bagi perjalanan internasional untuk memulihkan sektor pariwisata yang mendapat pukulan keras pandemi Covid-19. Menteri Koordinator (Menko) Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan mengumumkan, Bali dan Kepulauan Riau siap dibuka kembali bagi 19 negara.

“Kami memberikan izin kepada 19 negara untuk bisa melakukan perjalanan menuju Bali dan Kepulauan Riau,” ujarnya, dikutip dari situs Kementerian Koordinator Kemaritiman dan Investasi, dikutip Kamis (14/10).

Adapun ke-19 negara yang diizinkan masuk kedua kepulauan tersebut diantaranya, Arab Saudi, Uni Emirat Arab, Selandia Baru, Kuwait, Bahrain, Qatar, Tiongkok, India, Jepang, Korea Selatan, Liechtenstein, Italia, Prancis, Portugal, Spanyol, Swedia, Polandia, Hungaria, dan Norwegia.

Luhut menjelaskan, alasan pemerintah membuka kembali akses masuk bagi ke-19 negara tersebut. Berdasarkan standar Badan Kesehatan Dunia (WHO), angka kasus terkonfirmasi Covid-19 berada pada level 1 dan 2, dengan angka positivity rate rendah.

“Ini hanya berlaku khusus untuk penerbangan langsung ke Bali dan Kepulauan Riau (Kepri),” tegasnya.

Harapannya, proses pembukaan kembali akses internasional di Bali berjalan baik. Sehingga pemerintah dapat melakukan evaluasi.

Adapun pelaku perjalanan dari 19 negara ke Bali dan Kepri wajib mengikuti persyaratan dan kebijakan yang berlaku baik sebelum melakukan perjalanan hingga kedatangan di bandara tujuan. Hal tersebut meliputi, melampirkan bukti sudah melakukan vaksinasi 2 kali dengan waktu minimal 14 hari sebelum keberangkatan yang dibuat dalam Bahasa Inggris serta memiliki hasil RT-PCR negatif dalam kurun waktu 3×24 jam.

Sementara, negara lainnya di luar daftar ke-19 negara tersebut tetap dapat masuk ke Indonesia, melalui pintu masuk perjalanan internasional Jakarta atau Manado, dengan catatan mengikuti ketentuan karantina selama 5 hari dan testing yang sudah ditetapkan.

Karantina 5 hari tidak hanya berlaku di Bali atau Kepri, tetapi juga di pintu masuk lainnya, baik udara, darat, maupun laut, dan berlaku bagi semua jenis pelaku perjalanan, seperti PMI, TKA, ASN, WNI/WNA umum. Selama proses karantina berlangsung di Bali dan Kepri, WNA/WNI yang masuk Indonesia tidak diperbolehkan keluar dari kamar atau private villa atau kapal (live on board) sampai masa karantina berakhir dan akan dilakukan pemeriksaan PCR lagi pada hari ke-4 karantina.

Selain itu, Luhut menegaskan, pembiayaan karantina akan dilakukan secara mandiri bagi seluruh penumpang penerbangan internasional yang masuk dan tidak ada yang dibiayai oleh Pemerintah. “Oleh karena itu, sebelum boarding menuju Bali/Kepri, mereka harus menunjukkan bukti booking hotel/villa/kapal,” pungkasnya.

Luhut menambahkan, sebelum kedatangan, pelaku perjalanan internasional ke Bali dan Kepri harus memiliki asuransi kesehatan dengan nilai pertanggungan minimal setara 1 miliar rupiah dan mencakup pembiayaan penanganan Covid-19. (jpg/fajar)

Bagikan berita ini:
9
4
7
Tetap terhubung dengan kami:

Komentar