Anjal Makin Meresahkan, MUI Dukung Penertiban

Jumat, 15 Oktober 2021 10:56

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR — Jalan raya sejatinya hanya untuk lalu lintas. Bukan ruang untuk mengemis, sebab berisiko besar.

Karenanya, penertiban anak jalanan (anjal), gelandangan dan pengemis (gepeng) di jalan raya mendapat dukungan penuh dari tokoh agama.

Bahkan tak sedikit dari mereka ikut merasa geram karena keberadaan anjal-gepeng sudah sangat meresahkan masyarakat. Belakangan makin makin meresahkan lantaran makin banyak, beroperasi siang malam.

Sekretaris Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) Makassar Masykur Yusuf mengatakan telah menerima banyak keluhan serta masukan masyarakat yang menggunakan fasilitas jalan raya. Seringkali ditemukan banyak anjal-gepeng.

“Tentu itu sangat meresahkan, ya. Apalagi, modusnya bermacam-macam,” urai Masykur Yusuf kepada FAJAR, Rabu, 13 Oktober.

Apalagi, ada yang sudah menggunakan atribut agama untuk mendapatkan keuntungan di jalanan. Hal ini menganggu kenyamanan, ketertiban, serta keindahan perkotaan.

Warga diimbau sebaiknya jangan memberikan uang atau apa pun kepada mereka di pinggir jalan. Jika memang ingin bersedekah, sebaiknya sedekah itu dibawa ke tempat yang telah disediakan.

Bagikan berita ini:
3
5
5
Tetap terhubung dengan kami:

Komentar