Junta Militer Myanmar Tolak Izinkan Utusan ASEAN Menemui Aung San Suu Kyi

Jumat, 15 Oktober 2021 09:11

Juru bicara junta militer Myanmar, Zaw Min Tun, mengatakan militer tidak akan mengizinkan utusan ASEAN menemui mantan pemimpin Aung San Suu Kyi. (Mizzima)

FAJAR.CO.ID, MYANMAR — Militer Myanmar yang berkuasa memperbolehkan utusan ASEAN mengunjungi negaranya. Namun, tidak akan mengizinkannya menemui mantan pemimpin Aung San Suu Kyi yang ditahan karena didakwa melakukan kejahatan. Hal tersebut disampaikan oleh juru bicara junta militer.

Zaw Min Tun, juru bicara tersebut, juga mengatakan bahwa penundaan di Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) untuk menyetujui pencalonan duta besar PBB dari pemerintah militer Myanmar bermotif politik.

Menurutnya, PBB, negara-negara, dan organisasi lain seharusnya tidak menerapkan standar ganda dalam urusan internasional.

Pernyataan oleh juru bicara itu, yang dikeluarkan militer dalam ringkasan bertanggal Rabu (13/10), muncul saat masyarakat internasional meningkatkan tekanan terhadap junta untuk menerapkan rencana perdamaian lima poin yang disetujui panglima militer mereka, Min Aung Hlaing, pada April, dengan ASEAN.

Myanmar terjebak dalam kelumpuhan politik dan ekonomi sejak kudeta 1 Februari, yang memicu tumpahan amarah dan protes yang belum mereda. Sejumlah warga sipil membentuk milisi untuk menghadapi militer yang berkuasa.

Bagikan berita ini:
8
1
9
Tetap terhubung dengan kami:

Komentar