Memahami Makna Peningkatan D-dimer pada Covid-19

Minggu, 17 Oktober 2021 18:54
Memahami Makna Peningkatan D-dimer pada Covid-19

Vaksin Covid-19 Moderna. Swedia akan menghentikan penggunaan vaksin Covid-19 Moderna bagi warga kelahiran 1991 ke atas. (Dery Ridwansah/ JawaPos.com)

Bambang Budiono

Pemerhati masalah kesehatan

Era pandemi COVID-19 telah membuat, D-dimer, menjadi amat terkenal dan menjadi salah satu menu utama pemeriksaan laboratorium, terutama untuk mendeteksi adanya proses koagulasi, namun ada kecenderungan pemahaman tentang makna D-dimer menjadi salah kaprah sehingga berpotensi meningkatkan potensi komplikasi karena digunakan secara serampangan untuk memberikan pengobatan.

Dalam sebulan terakhir beberapa sejawat melaporkan adanya 3 kasus pasien COVID-19 yang melakukan isolasi mandiri, mengalami komplikasi perdarahan berupa perdarahan bawah kulit masif, perdarahan saluran cerna, dan salah satunya mengalami perdarahan otak yang berakhir kematian, akibat mengkonsumsi antikoagulan (obat pengencer darah) ketika memperoleh hasil peningkatan D-dimer dari pemeriksaan laboratorium.

Koagulasi dalam keadaan normal adalah proses fisiologis di mana tubuh membentuk gumpalan sebagai respons terhadap pendarahan. Ini melibatkan trombosit (fragmen sel atau keping darah yang beredar dalam darah) dan berbagai faktor pembekuan darah yang semuanya bekerja bersama untuk membentuk gumpalan dan kemudian melarutkannya ketika tidak lagi dibutuhkan. Jika terjadi keadaan ‘hiperkoagulabilitas”, orang awam sering menyebut darah kental, maka darah akan cenderung mudah menggumpal.

Bagikan berita ini:
4
8
1
Tetap terhubung dengan kami:

Komentar