Pengamat BUMN Sebut Penggunaan APBN untuk Proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung agar Pembangunan Tepat Waktu

Senin, 18 Oktober 2021 11:25
Pengamat BUMN Sebut Penggunaan APBN untuk Proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung agar Pembangunan Tepat Waktu

Ilustrasi

FAJAR.CO.ID, JAKARTA — Proyek pembangunan kereta cepat Jakarta-Bandung ditargetkan selesai pada 2022 mendatang. Untuk mempercepat pembangunan, maka dibutuhkan pendanaan melalui instrumen Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Hal tersebut tercantum dalam Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 93 Tahun 2021.

Pengamat BUMN Toto Pranoto mengatakan, proyek ini masuk dalam Proyek Strategis Nasional (PSN), sehingga dinilai wajar apabila didanai dengan APBN. Adapun, pemanfaatan APBN dalam kereta cepat Jakarta-Bandung akan dilakukan melalui Penyertaan Modal Negara (PMN) kepada PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau KAI selaku lead konsorsium.

Menurutnya, keputusan pemerintah dalam penggunaan APBN dalam pendanaan proyek ini bertujuan untuk memastikan penyelesaian kereta cepat Jakarta-Bandung tepat waktu. “Ini supaya pengerjaan proyek bisa selesai tepat waktu pada tahun 2022,” ungkapnya kepada wartawan, Senin (18/10).

Toto mengatakan, kereta cepat Jakarta-Bandung berbeda dibandingkan dengan proyek infrastruktur lain karena memiliki karakteristik investasi jangka panjang. Dengan kata lain, PMN yang disalurkan kepada KAI lebih ditujukan untuk investasi pemerintah yang akan memberikan imbal hasil.

Bagikan berita ini:
7
2
1
Tetap terhubung dengan kami:

Komentar