KPK Dalami Gratifikasi dan TPPU Dodi Reza Alex Noerdin

Selasa, 19 Oktober 2021 18:17
KPK Dalami Gratifikasi dan TPPU Dodi Reza Alex Noerdin

Bupati Musi Banyuasin (Muba), Dodi Reza Alex Noerdin usai menjalani pemeriksaan di Gedung KPK, Jakarta, Sabtu (16/10/2021). KPK menetapkan Bupati Musi Banyuasin (Muba), Dodi Reza Alex Noerdin sebagai tersangka penerimaan suap pengadaan barang dan jasa di Kabupaten Musi Banyuasin tahun anggaran 2021. Dalam operasi tangkap tangannya KPK juga menangkap Kepala Dinas PUPR Kabupaten Musi Banyuasin, Herman Mayori; Kabid SDA/PPK Dinas PUPR Kabupaten Musi Banyuasin, Eddi Umari dan Direktur PT Selaras Simpati Nusantara, Suhandy dan menyita uang senilai Rp. 1.5 M. (Dery Ridwansah/ JawaPos.com)

FAJAR.CO.ID, JAKARTA — Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) akan mendalami indikasi tindak pidana pencucian uang (TPPU) Bupati (nonaktif) Musi Banyuasin (Muba) Dodi Reza Alex Noerdin. Begitu pula dugaan gratifikasi yang diterima anak mantan Gubernur Sumatera Selatan Alex Noerdin tersebut.

”Jika ditemukan dugaan keterkaitan dengan proyek lain ataupun dugaan tindak pidana lain, misalnya gratifikasi dan TPPU, KPK tentu akan mendalaminya,” kata Plt Juru Bicara KPK Bidang Penindakan Ali Fikri kemarin (18/10).

Ali mencontohkan, pasal gratifikasi dan TPPU sebelumnya juga diterapkan kepada tersangka Bupati (nonaktif) Probolinggo Puput Tantriana Sari dan suaminya, Hasan Aminuddin. Sama dengan Dodi Reza, pasangan suami istri (pasutri) politisi itu awalnya berstatus tersangka kasus dugaan suap. ”Hal tersebut karena pada penyidikan perkara suapnya KPK menemukan kecukupan bukti permulaan tindak pidana yang dimaksud (gratifikasi dan TPPU, Red),” ungkap pegawai KPK berlatar belakang jaksa tersebut.

Merujuk data laporan harta kekayaan penyelenggara negara (LHKPN) KPK, Dodi tercatat memiliki kekayaan Rp 38,4 miliar. Yang paling banyak aset berupa tanah dan bangunan, yakni senilai Rp 31,5 miliar. Selain di Sumatera Selatan, aset itu tersebar di Jakarta, Bandung, dan Australia.

Bagikan berita ini:
9
4
5
Tetap terhubung dengan kami:

Komentar