LBH Makassar Sebut Sengketa Pers, Polda Sulsel Ngotot Bilang Pencemaran Nama Baik

Selasa, 19 Oktober 2021 14:30
LBH Makassar Sebut Sengketa Pers, Polda Sulsel Ngotot Bilang Pencemaran Nama Baik

Kabid Humas Polda Sulsel, Kombes Pol E Zulpan

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR – Laporan dugaan pencemaran nama baik soal kasus dugaan pemerkosaan terhadap tiga bocah di Luwu Timur (Lutim), yang dilakukan terlapor berinisial SA dianggap bukan sengketa pers.

Diketahui, pemberitaan yang dimasud itu berjudul “Tiga Anak Saya Diperkosa, Saya Lapor ke Polisi, Polisi Hentikan Penyelidikan” yang diterbitkan oleh Project Martatuli belum lama ini.

Dalam pemberitaan itu, SA dituduh sebagai pelaku pemerkosaan terhadap tiga anak kandungnya sendiri yang masih di bawah umur, dan dilaporkan oleh mantan istrinya, RA ke Polda Sulsel.

Advokat Publik YLBHI-LBH Makassar, Abdul Azis Dumpa, menilai, pelaporan narasumber ke polisi itu salah alamat karena yang dilaporkan adalah produk jurnalistik yang dilindungi UU Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.

Menurut Azis, jika ada pihak keberatan terhadap produk jurnalistik, maka harus menempuh langkah-langkah melalui permintaan hak jawab atau hak koreksi, atau penyelesaian lewat mekanisme di Dewan Pers.

“Pelaporan narasumber dan penyelesaian sengketa pers harus ke Dewan Pers, bukan ke pidana,” kata Azis Dumpa dalam keterangannya.

Bagikan berita ini:
2
5
9
Tetap terhubung dengan kami:

Komentar