Selama Pandemi, Keberadaan Industri Hulu Migas Meningkat Rp103,3 triliun

Selasa, 19 Oktober 2021 21:27
Selama Pandemi, Keberadaan Industri Hulu Migas Meningkat Rp103,3 triliun

IST

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR — Industri hulu minyak dan gas bumi (Migas) turut memberikan multiplier effect terhadap geliat ekonomi di daerah.

Ini terbukti dengan adanya kerjasama antara SKK Migas dan seluruh Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS). Mereka berkolaborasi, terus mendorong peningkatan efek berganda bagi industri migas di daerah. Termasuk di Sulawesi Selatan.

Adanya penerapan program tersebut diperkirakan sebanyak US$1 juta yang akan diterima pemerintah daerah untuk pengadaan proyek barang/jasa.

Bukan cuma itu, efek berganda industri hulu migas bagi pemerintah daerah juga akan dirasakan melalui penerapan kebijakan Dana Bagi Hasil (DBH) Migas dan participating interest.

Kepala Satuan Kerja Hulu Migas (SKK Migas), Dwi Soetjipto mengatakan keberadaan industri hulu migas beserta penunjangnya, telah memberikan dukungan bagi kelangsungan industri lain, terutama di masa pandemi Covid-19.

Dampak yang ditimbulkan sektor hulu migas tersebut kata Dwi, tidak hanya berkaitan dengan hal-hal yang bersifat teknis. Tetapi juga non-teknis.

“Ini terutama keberlangsungan usaha-usaha di seluruh wilayah operasi hulu migas yang membuat pendapatan daerah tetap terus bergulir,” jelasnya, Selasa (19/10/2021).

Bagikan berita ini:
7
8
2
Tetap terhubung dengan kami:

Komentar