Bahaya Hustle Culture, Sistem Kerja yang Cenderung Melanggar Undang-undang

Rabu, 20 Oktober 2021 12:22
Bahaya Hustle Culture, Sistem Kerja yang Cenderung Melanggar Undang-undang

Para pekerja kantoran di Jakarta saat pulang kerja. Ilustrasi Foto: Ricardo/JPNN

FAJAR.CO.ID, JAKARTA — Hustle Culture merupakan budaya kerja yang membuat seseorang cenderung menghabiskan waktunya dengan bekerja.

Hustle Culture pada umumnya sering dijumpai atau hampir ditemukan di setiap bidang pekerjaan.

Jika kamu merasa selama ini waktumu habis untuk bekerja maka kamu perlu memikirkan kembali dampaknya.

Dilansir dari halodoc, penelitian pada 2018 yang dipublikasikan di Current Cardiology Reports, mengambil sampel subjek dari Eropa, Jepang, Korea Selatan, dan Cina.

Hasilnya, mereka yang bekerja lebih dari 50 jam per minggu ditemukan memiliki peningkatan risiko penyakit kardiovaskular dan serebrovaskular, seperti infark miokard (serangan jantung) dan penyakit jantung koroner.

Jam kerja yang panjang dapat menyebabkan peningkatan tekanan darah dan detak jantung karena aktivasi psikologis yang berlebihan dan stres.

Ini juga berkontribusi terhadap resistensi insulin, aritmia, hiperkoagulasi, dan iskemia di antara individu yang sudah memiliki beban aterosklerotik tinggi dan metabolisme glukosa yang terganggu (diabetes).

Risiko fibrilasi atrium juga meningkat pada orang yang bekerja 55 jam atau lebih per minggu.

Bagikan berita ini:
6
7
7
Tetap terhubung dengan kami:

Komentar