Kagum Adab Kencing dalam Islam, Pria Bule Ini jadi Mualaf

  • Bagikan

“Dalam Islam ada pesan yang sangat jelas siapa itu Allah, siapa itu Tuhan: Tiada Tuhan selain Allah, yang maha kuasa. Pesan yang sangat jelas. Jadi inti dari sebuah keimanan tidak jelas, itu merupakan sebuah masalah,” katanya.

Dia juga mengatakan, dalam Islam, berdoa tidak butuh perantara. Umat Islam berdoa langsung kepada Allah. Berbeda dengan agamanya yang sebelumnya.

“Dalam Islam Anda tak butuh itu, Anda memohon ampunan langsung kepada Tuhan,” ujarnya.

Berikutnya, Abdur-Rahheem mengaku kagum dengan cara umat Islam yang menutup diri saat buang air kecil. Dia mengakui, cara muslim buang air kecil, persisi seperti apa yang dia lakukan sejak dahulu. Tertutup.

Dia mengatakan, fenomena toilet berdiri saat ini di negara-negara barat, para pria sering kali kencing berdiri sambil berbincang dan tidak menutup diri.

“Jika anda tahu dalam budaya barat, sayangnya juga di banyaknya negara muslim saat ini. Anda melihat Toilet berdiri berdampingan. Para pria lalu kencing sambil berdiri. Mereka ngobrol seperti: ‘cuaca agak panas hari ini,’ yang lain lagi bilang: ‘kau lihat pertandingan semalam?” katanya.

Dia akui, salah sejak dahulu tidak menyukai kencing sambil berdiri apalagi berbincang dengan orang lain di sampingnya. Sehingga ketika mengetahui adab muslim saat kencing, Abdur-Rahheem akui kagum karena itu sesuai dengan kebiasaannya.

  • Bagikan