Tantangan Makin Kompleks, Santri Juga Harus Kuasai Teknologi

Jumat, 22 Oktober 2021 11:38
Tantangan Makin Kompleks, Santri Juga Harus Kuasai Teknologi

Para santri di Pesantren Global Tarbiyatul Arifin, Kabupaten Malang, menggelar aneka lomba untuk memperingati Hari Santi. (DARMONO/JAWA POS RADAR MALANG)

FAJAR.CO.ID, JAKARTA — Santri masa kini tidak cukup hanya pintar mengaji. Santri harus mengikuti dan menguasai perkembangan zaman, terutama teknologi. Sebab, tantangan yang dihadapi para santri abad ini makin kompleks.

Pesan tersebut disampaikan Wakil Menteri Agama (Wamenag) Zainut Tauhid Sa’adi dalam rangka menyambut Hari Santri yang diperingati hari ini. Zainut menyatakan, penetapan Hari Santri setiap 22 Oktober merujuk terbitnya Resolusi Jihad pada 22 Oktober 1945.

Resolusi itu menyulut semangat juang santri dan masyarakat dalam mempertahankan NKRI dari sekutu Belanda dan Inggris.

Zainut menilai jihad santri masa kini kian berat. Santri tidak hanya dituntut memiliki kemampuan ilmu keislaman. Tetapi juga mempunyai pandangan yang luas terhadap beragamnya keilmuan umum. Santri juga harus memiliki kemampuan literasi digital. ’’Kalau dulu berhadapan dengan penjajahan Belanda, tantangan santri saat ini jauh lebih kompleks,’’ katanya di Jakarta kemarin (21/10).

Tantangan para santri masa kini, antara lain, bergelut dengan isu-isu sosial kemasyarakatan. Kemudian juga isu tentang lingkungan, politik, ekonomi, dan kebangsaan. Menurut Zainut, isu-isu tersebut saat ini makin rumit dibandingkan masa lalu.

Bagikan berita ini:
3
9
9
Tetap terhubung dengan kami:

Komentar