Reza Indragiri: Saya Membayangkan Susah Berharap si Kapolres akan Diproses Jika Publik Tidak Tahu tentang Kejadian Itu

Kamis, 28 Oktober 2021 09:09
Reza Indragiri: Saya Membayangkan Susah Berharap si Kapolres akan Diproses Jika Publik Tidak Tahu tentang Kejadian Itu

Reza Indragiri Amriel

FAJAR.CO.ID, JAKARTA – Ahli Psikologi Forensik Reza Indragiri Amriel menanggapi maraknya kasus kekerasan yang melibatkan oknum personel kepolisian dalam beberapa waktu terakhir.

Menurut dia, perilaku brutal adalah salah satu subkultur menyimpang di kepolisian. Bukan hanya di Polri, tetapi juga organisasi kepolisian di berbagai negara lainnya.

Menanggapi kasus aksi Bripka MN yang menembak anggota Humas Polres Lombok Timur Briptu Khairul Tamimi, Reza menilai senjata memang memiliki pengaruh kuat terhadap pemunculan perilaku kekerasan.

“Agresivitas akan melonjak saat individu memegang senjata sebagai akibat overconfidence,” kata Reza kepada JPNN.com, Rabu (27/10).

Untuk itu, lanjut dia, pemegang senjata api harus memiliki kesiapan psikologis sebelum menggunakan senjata.

Selain itu, orang yang menggunakan senjata juga harus memiliki pemahaman mendalam tentang penggunaan dan kepemilikan senjata. “Dampaknya terhadap perilaku bisa menjadi sedemikian impulsif,” lanjut Reza.

Dosen Sekolah Tinggi Ilmu Kepolisian (STIK) itu juga menanggapi kasus dugaan penganiayaan yang dilakukan Kapolres Nunukan AKBP Syaiful Anwar kepada anak buahnya, Brigadir Sony Limbong. “Andai videonya tidak viral, akankah si Kapolres diproses?” ujar dia.

Bagikan berita ini:
9
9
1
Tetap terhubung dengan kami:

Komentar