Pengusaha Minta Buruh Menahan Diri Tidak Menuntut Kenaikan UMP di Luar Batas Realitas

Minggu, 31 Oktober 2021 17:28
Pengusaha Minta Buruh Menahan Diri Tidak Menuntut Kenaikan UMP di Luar Batas Realitas

Ilustrasi demo buruh

FAJAR.CO.ID, JAKARTA – Ketua Umum DPD Himpunan Pengusaha Pribumi Indonesia (HIPPI) DKI Jakarta, Sarman Simanjorang meminta kepada seluruh elemen buruh agar bisa menahan diri dan tidak menuntut kenaikan Upah Minimum Provinsi (UMP) yang nilainya diluar batas realita, dengan kondisi perekonomian yang masih belum bangkit dari keterpurukan akibat pandemi.

Sebagaimana diketahui, dalam waktu dekat Dewan Pengupahan Provinsi dan Kabupaten/Kota akan melakukan sidang untuk menetapkan besaran kenaikan UMP/UMK tahun 2022 yang akan diajukan kepada Gubernur/Bupati untuk ditetapkan. Formula baru penetapan UMP sendiri diatur dalam PP No.36 Tahun 2021 tentang Pengupahan yang merupakan pengganti dari PP No.78 tahun 2015.

Format baru yang diatur dalam PP No.36 tahun 20021 lebih akurat dan moderat karena memakai pendekatan beberapa variabel seperti jumlah rata-rata perkapita rumah tangga, rata-rata jumlah anggota rumah tangga yang sudah bekerja dan jumlah rata-rata anggota rumah tangga. Kemudian pertumbuhan ekonomi dan inflasi masing masing daerah akan dilihat mana yang lebih tinggi serta adanya batas atas dan atas bawah sebagai dasar untuk menetapkan UMP 2022.

Bagikan berita ini:
2
10
7
Tetap terhubung dengan kami:

Komentar