Hasto Sindir SBY Gunakan Politik Bansos

Senin, 1 November 2021 17:37
Hasto Sindir SBY Gunakan Politik Bansos

Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto

FAJAR.CO.ID,JAKARTA — Sekretaris Jenderal Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), Hasto Kristiyanto kembali menyindir pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) terkait politik populis yakni penggunaan bantuan sosial (bansos) pada pemilu 2009. Dia menilai, kebijakan SBY kala itu menjadi beban bagi APBN dan berdampak bagi negara.

“Coba CSIS hitung berapa biaya Pemilu kita dari pusat hingga ke daerah dan itu adalah beban bagi APBN, beban bagi keuangan negara. Belum dampak dari politik populism, akibat bansos yang kemudian menjadi model setelah itu diterapkan pada tahun 2009 dalam politik bansos,” kata Hasto dalam paparannya di diskusi CSIS Indonesia bertajuk Menimbang Sistem Pemilu 2024 secara daring, Senin (1/11/2021)

Hasto kemudian mengutip peneliti luar negeri, Marcus Mietzner yang menyebut SBY membelanjakan miliaran dolar untuk politic populism.

“Dari bulan Juni 2008 sampai Februari 2009, Pak SBY itu membelanjakan 2 miliar US dollar untuk politic populism. Ini kan beban bagi APBN ke depan,” ujar Hasto.

Menurutnya, hal tersebut adalah konsekuensi dari politik liberal yang diterapkan saat itu. Padahal, negara-negara yang juga menganut hal tersebut juga mengalami krisis, seperti Amerika Serikat dan sejumlah negara Eropa.

Bagikan berita ini:
9
9
1
Tetap terhubung dengan kami:

Komentar