Usulan TNI Punya Parpol Dianggap Tidak Relevan

Selasa, 2 November 2021 15:35
Usulan TNI Punya Parpol Dianggap Tidak Relevan

Andi Luhur Prianto

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR – Usulan Gubernur Lemhannas, Agus Widjojo yang menyatakan saatnya TNI memiliki partai politik, dianggap bisa membuat TNI tidak profesional bekerja.

Sebagai abdi negara, tentu TNI maupun Polri tidak bisa terlibat politik. Pengamat Politik Universitas Muhammadiyah (Unismuh) Makassar, Andi Luhur Prianto, menilai, TNI dan politik tidak boleh dikaitkan. Apalagi sampai dibuatkan partai politik.

“Kita harus mendukung TNI menjadi tentara profesional. Caranya dengan tidak menarik kembali TNI pada peran2 sosial politik. Mengakhiri dwifungsi ABRI atau TNI merupakan salah satu agenda reformasi 1998. Konsensus nasional itu belum berubah, sampai saat ini,” katanya kepada Fajar.co.id, Selasa (2/11/2021).

“Undang-Undang Nomor 34 Tahun 2004 tentang Tentara Nasional Indonesia pun sudah jelas membatasi peran politik TNI. Dengan dengan demikian, wacana partai politik dari TNI tidaklah relevan,” sambung Andi Luhur melalui pesan singkat.

Sebelumnya, usulan itu juga telah ditanggapi oleh Ketua Majelis Syuro Partai Ummat, Amien Rais. Dia pun bersuara lantang TNI bisa hancur jika memiliki partai politik.

Bagikan berita ini:
9
3
8
Tetap terhubung dengan kami:

Komentar