Banjir Bandang di Alor Selatan dan Kota Batu, Ini Penyebabnya

Sabtu, 6 November 2021 13:24
Banjir Bandang di Alor Selatan dan Kota Batu, Ini Penyebabnya

Warga berusaha menyelamatkan barang dari puing rumahnya yang hancur akibat banjir bandang yang menerjang di Desa Bulukerto, Kota Batu, Jawa Timur, Kamis (4/11/2021). Banjir bandang tersebut terjadi akibat hujan deras yang mengguyur kawasan tersebut sehingga menyebabkan anak Sungai Brantas meluap dengan membawa material lumpur dan kayu. ANTARA FOTO/Simon/wsj.

FAJAR.CO.ID, JAKARTA — Deputi Bidang Meteorologi Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG), Guswanto mengatakan banjir di Alor Selatan, Nusa Tenggara Timur serta di Kota Batu, Jawa Timur secara umum dipicu oleh kondisi cuaca ekstrem.

Guswanto menyebut, kondisi cuaca di Alor menunjukkan bahwa bencana banjir di wilayah tersebut pada 3 November 2021 dipicu curah hujan intensitas lebat-sangat lebat disertai kilat/petir.

“Dimana curah hujan terukur di sekitar Pailelang mencapai intensitas 103 mm dalam periode 24 jam,” kata Guswanto.

Kondisi cuaca ekstrem di Alor dipicu oleh pertumbuhan awan hujan jenis Cumulonimbus yang cukup intens dan merata,  sehingga menimbulkan curah hujan sedang-lebat yang terjadi dalam durasi yang cukup lama.

Sementara curah hujan di Kota Batu, berkategori sangat lebat dengan intensitas curah hujan mencapai 80,3 mm yang terjadi sekitar dua jam.

Analisis citra satelit dan radar cuaca menunjukkan adanya pertumbuhan awan hujan Cumulonimbus yang cukup intens dengan sebaran hujan potensi lebat hingga sangat lebat di wilayah Kota Batu.

Bagikan berita ini:
4
5
1
Tetap terhubung dengan kami:

Komentar