Bambu Menang Lawan Tank di Pertempuran 10 November?

Rabu, 10 November 2021 21:50
Bambu Menang Lawan Tank di Pertempuran 10 November?

Ilustrasi veteran pejuang 10 November Surabaya. (Dok. JawaPos)

FAJAR.CO.ID, SURABAYA– Strategi gerilya menjadi salah satu faktor utama kemenangan Indonesia melawan sekutu pada pertempuran 10 November. Kesiapan perang Sekutu dan Belanda sangat mumpuni bila dibandingkan dengan pejuang Indonesia.

Menurut Probo Darono Yakti, dosen Ilmu Hubungan Internasional Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jatim (UPN) Surabaya, faktor kemenangan Indonesia salah satunya didorong oleh doktrin keamanan Indonesia, yakni hankamrata. Salah satu strategi yang diterapkan adalah perang gerilya.

”Indonesia baru merdeka beberapa bulan. Sementara sumber daya, resource itu masih sangat terbatas. Jadi dalam kondisi yang sangat terpepet, senjata seadanya, mulai dari bambu runcing, senjata api rampasan dari Jepang. Jadi berdasar keterbatasan sumber daya itu, akhirnya strategi hack the system dengan perang gerilya,” tutur Probo pada Rabu (10/11).

Strategi itu disempurnakan dengan gerakan grass root jadi kuncinya. Dalam pertempuran 10 November di Surabaya, pemuda yang bertempur bukan hanya datang dari Surabaya. Namun dari berbagai wilayah di area Surabaya.

”Ada yang dari Sidoarjo. Ada juga tempat yang jadi konsentrasi massa. Dari Sidoarjo, Gresik, Mojokerto, massa itu kan makin terkonsentrasi ke Surabaya. Menggempur sekutu yang diboncengi Belanda,” tutur lulusan Universitas Airlangga jurusan Hubugnan Internasional itu.

Bagikan berita ini:
6
9
8
Tetap terhubung dengan kami:

Komentar