PKS Protes Permendikbudristek Kekerasan Seksual, Guntur Romli: Penjahat Kelamin Merasa Terancam

Rabu, 10 November 2021 12:35
PKS Protes Permendikbudristek Kekerasan Seksual, Guntur Romli: Penjahat Kelamin Merasa Terancam

Politikus PSI, Mohamad Guntur Romli

FAJAR.CO.ID, JAKARTA– Politikus Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Muhammad Guntur Romli menyindir pihak-pihak yang menolak Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Permendikbudristek) Nomor 30 Tahun 2021 tentang Kekerasan Seksual (PPKS) di Lingkungan Perguruan Tinggi.

Guntur Romli menyebut pihak yang menolak sebagai penjahat kelamin. “Hanya penjahat kelamin yang menolak peraturan pencegahan kekerasan seksual,” katanya lewat keterangan tertulis, Rabu (10/11/2021).

Dia mengatakan, Permendikbudristek itu bertujuan mencegah dan menangani kasus kekerasan seksual, tetapi ditolak oleh pihak tertentu.

“Maka pihak-pihak yang menolak pastinya adalah pihak-pihak yang merasa terancam dengan adanya Permendikbudristek itu,” ucapnya.

“Siapa pihak-pihak yang merasa terancam dengan adanya peraturan pencegahan dan penanganan kekerasan seksual? Siapa lagi kalau bukan penjahat kelamin!” sambungnya.

Dia menyindir Partai Keadilan Sejahtera (PKS) yang menolak Permendikbudristek tersebut. PKS berdalih Permendikbudristek itu bertentangan dengan Pancasila.

“Di mana bertentangannya dengan Pancasila? Apakah kasus-kasus kekerasan seksual dianggap sesuai dengan Pancasila oleh PKS sehingga tidak boleh diberantas?” tuturnya.

Bagikan berita ini:
7
5
8
Tetap terhubung dengan kami:

Komentar