Alexander Marwata: Saya Merasakan Betul Perbedaan Penanganan Perkara Korupsi yang Ditangani KPK, Kepolisian atau Kejaksaan

Kamis, 11 November 2021 11:28
Alexander Marwata: Saya Merasakan Betul Perbedaan Penanganan Perkara Korupsi yang Ditangani KPK, Kepolisian atau Kejaksaan

Wakil Ketua KPK Alexander Marwata. (Biro Humas KPK)

FAJAR.CO.ID, MALUKU — Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Alexander Marwata meminta Aparat Penegak Hukum (APH) di Maluku Utara untuk menyamakan persepsi dan frekuensi dalam penanganan perkara korupsi. Hal tersebut, dirasakan saat masih menjadi hakim di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (tipikor) Jakarta Pusat.

“Saya merasakan betul perbedaan penanganan perkara korupsi yang ditangani KPK, Kepolisian atau Kejaksaan. Sekarang pun saya masih merasakannya dalam kegiatan koordinasi supervisi. Ada disparitas yang sangat mengganggu keadilan,” kata Alex dalam keterangannya, Kamis (11/11).

Sehingga sekalipun perkara ditangani oleh tiga institusi yang memiliki kewenangan, memiliki standar dan perlakuan yang sama. “Jangan sampai misalnya Kejaksaan bilang tidak ada indikasi korupsi, KPK bilang ada,” ucap Alex.

Alex menyampaikan, saat ini sudah dibangun e-SPDP. Namun, menurutnya masih belum berjalan maksimal. Karena banyak Surat Perintah Penyidikan (Sprindik) yang telah dikeluarkan Kepolisian dan Kejaksaan, namun informasinya belum KPK terima.

“Artinya kami belum bisa memonitor apa saja perkara korupsi yang ditangani rekan-rekan Kejaksaan dan Kepolisian. Tujuannya apa? Ada kecenderungan masyarakat melaporkan perkara korupsi itu ke KPK. Sementara kita tidak tahu apakah perkara yang sama dilakukan penyelidikan oleh rekan-rekan APH yang lain atau tidak,” terang Alex di hadapan Wakil Kepala Polda Maluku Utara Brigjen Eko Para Setyo, Asisten Pidana Khusus (Aspidsus) Kejaksaan Tinggi (Kejati) M. Irwan, Ketua Pengadilan Tinggi Suharjono, Kepala Perwakilan BPKP Aryanto Wibowo beserta jajarannya.

Bagikan berita ini:
5
4
7
Tetap terhubung dengan kami:

Komentar