Permendikbudristek Dituding Legalkan Seks di Kampus, Nadiem Makarim Angkat Bicara

Kamis, 11 November 2021 15:05
Permendikbudristek Dituding Legalkan Seks di Kampus, Nadiem Makarim Angkat Bicara

Mendikbudristek Nadiem Makarim (Dery Ridwansah/JawaPos.com)

FAJAR.CO.ID, JAKARTA – Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Mendikbud Ristek) Nadiem Makarim angkat bicara terkait banyaknya tuduhan terhadap Permendikbud Nomor 30 Tahun 2021 tentang Pencegahan dan Penanganan Kekerasan Seksual (PPKS) di Lingkungan Perguruan Tinggi.

Beberapa kalangan menilai, bahwa Permendikbud PPKS dianggap melegalkan seks bebas di lingkungan pendidikan tinggi. Nadiem pun membantah tuduhan tersebut dan menilai tindakan itu sebagai fitnah.

“Luar biasa sekali, saya terkejutnya waktu dituduh (Melegalkan seks). Kami di Kemendikbud Ristek sama sekali tidak mendukung seks bebas, perzinahan,” tegas Nadiem, di acara Mata Najwa, ditulis Kamis (11/11/2021).

Nadiem memastikan, tujuan utama permen PPKS tersebut bertujuan untuk mencegah dan penanganan kekerasan seksual di lingkungan kampus.

“Saya tidak bisa menerima fitnah yang menyebut saya ini menghalalkan zinah atau seks bebas,” tegasnya.

Nadiem menjelaskan, berdasarkan definisinya, kekerasan seksual memang diartikan sebagai tindakan yang dilakukan secara paksa atau tanpa persetujuan.

Kendati demikian, ia menegaskan hal tersebut tidak serta-merta dapat diartikan Kemendikbud mendorong adanya seks bebas di perguruan tinggi.

Bagikan berita ini:
4
10
3
Tetap terhubung dengan kami:

Komentar