Hukuman Edhy Prabowo Ditambah MA, ICW Merespons Ini

Jumat, 12 November 2021 09:16
Hukuman Edhy Prabowo Ditambah MA, ICW Merespons Ini

Mantan Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo mengenakan rompi oranye khas tahanan KPK usai ditetapkan sebagai tersangka kasus dugaan suap izin ekspor benih lobster di Gedung KPK, Kuningan, Jakarta, Rabu (25/11). (Issak Ramdhani/Fajar Indonesia Network)

FAJAR.CO.ID, JAKARTA — Indonesia Corruption Watch (ICW) mengapresiasi putusan Pengadilan Tinggi DKI Jakarta yang memperberat hukuman mantan Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo dari lima tahun menjadi sembilan tahun penjara. Tetapi bagi ICW, hukuman itu belum cukup memberikan efek jera.

”Mestinya pada tingkat banding, hukuman Edhy diubah menjadi 20 tahun penjara, dendanya dinaikkan menjadi Rp 1 miliar dan hak politiknya dicabut selama 5 tahun,” kata peneliti ICW Kurnia Ramadhana dalam keterangannya, Jumat (12/11).

Kurni menjelaskan, terdapat sejumlah alasan yang dapat digunakan sebagai dasar untuk memenjerakan Edhy Prabowo selama 20 tahun. Pertama, Edhy Prabowo melakukan kejahatan korupsi saat menduduki posisi sebagai pejabat publik. Kedua, praktik korupsi suap ekspor benih lobster terjadi saat Indonesia sedang dilanda pandemi Covid-19. Ketiga, hingga proses banding, Edhy Prabowo tidak kunjung mengakui perbuatannya.

Putusan banding itu, lanjut Kurnia, selain mengonfirmasi kekeliruan putusan tingkat pertama, juga menggambarkan betapa rendahnya tuntutan yang dilayangkan jaksa KPK terhadap Edhy Prabowo. Bagaimana tidak, pasal yang digunakan KPK sebenarnya memungkinkan untuk menjerat Edhy hingga hukuman maksimal, namun pada faktanya hanya 5 tahun penjara.

Bagikan berita ini:
9
1
8
Tetap terhubung dengan kami:

Komentar