Permendikbudristek Dituding Legalkan Zina di Kampus, LBH Makassar Sampaikan Dukungan

Jumat, 12 November 2021 19:49
Permendikbudristek Dituding Legalkan Zina di Kampus, LBH Makassar Sampaikan Dukungan

Konferensi Pers LBH Makassar.

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR — Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemendikbudristek) akan meresmikan Permendikbduristek Nomor 30 Tahun 2021.

Aturan itu tentang Pencegahan dan Penanganan Kekerasan Seksual di Lingkungan Perguruan Tinggi (PPKS), sebagai program Merdeka Belajar Episode 14: Kampus Merdeka dari Kekerasan Seksual.

Hal ini dilakukan dalam rangka tindakan dari pemerintah yang berupaya menghadirkan lingkungan belajar, yang aman dan nyaman serta bebas dari kekerasan seksual.

Hal ini dianggap dapat menghambat terlaksananya Tri Dharma perguruan tinggi secara optimal. Namun saat ini, Permendikbudristek Nomor 30 Tahun 2021 mendapatkan sejumlah penolakan dari beberapa pihak.

Sebab, dalam kebijakannya, tepatnya Pasal 5 terdapat frasa ‘tanpa persetujuan korban’. Kalimat tersebut dapat dimaknai persetujuan seksual atau sexual consent.

Kendati banyak kritikan yang dilontarkan sejumlah pihak, Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (LBH) Makassar, mengaku menerima banyak laporan soal kekerasan seksual di lingkup kampus.

Kasus ini pun, menurutnya belum mendapat keadilan sepenuhnya dari pihak kampus dan aparat. Kepala Divisi Perempuan, Anak, Disabilitas LBH Makassar, Resky Pratiwi pun mendukung Permendikbudristek itu untuk diresmikan.

Bagikan berita ini:
9
7
7
Tetap terhubung dengan kami:

Komentar