Kilang Minyak Cilacap Terbakar, Pengamat Ekonomi: Bisa Memperburuk Kinerja Keuangan Pertamina

Minggu, 14 November 2021 20:58
Kilang Minyak Cilacap Terbakar, Pengamat Ekonomi: Bisa Memperburuk Kinerja Keuangan Pertamina

Telah terjadi kebakaran di satu tanki Pertamina yang terdapat di area Kilang Cilacap. Foto: Antara

FAJAR.CO.ID, JAKARTA – Kebakaran yang menimpa tangki minyak di Kilang Cilacap, Jawa Tengah, dinilai akan memperbesar biaya impor Bahan Bakar Minyak (BBM) nasional.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik, impor minyak Indonesia tercatat sebanyak 10,57 juta barel sepanjang Januari hingga Juli 2021. Jumlah itu meningkat tipis dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar 10,33 juta barel.

Dari sisi nilai, impor minyak pada paruh pertama tahun ini telah mencapai USD 6,18 miliar atau meningkat 48 persen dari sebelumnya USD 4,18 miliar pada semester I 2020. Kenaikan nilai impor itu terjadi akibat lonjakan harga minyak dunia.

“Selain berdampak terhadap kran impor BBM, insiden kebakaran tangki minyak di area kilang yang telah terjadi tiga kali tahun ini juga bisa memperburuk kinerja keuangan Pertamina pada 2021,” kata Pengamat ekonomi dan pertambangan dari Universitas Gadjah Mada (UGM) Fahmy Radhi, Minggu (14/11).

Pertamina, lanjutnya, harus punya komitmen tinggi. Yang terpenting tidak abai dalam mengamankan seluruh aset penting. Terutama kilang dan tangki minyak. Caranya menerapkan sistem keamanan berlapis sesuai dengan standar internasional. “Sistem pengamanan tersebut harus diaudit secara berkala oleh Kementerian ESDM dan lembaga independen,” terang Fahmy.

Bagikan berita ini:
8
1
6
Tetap terhubung dengan kami:

Komentar