Jubir Partai Ummat Sebut Frasa ‘Persetujuan Korban’ Bisa Jadi Alat Memeras Pasangan

Senin, 15 November 2021 13:40
Jubir Partai Ummat Sebut Frasa ‘Persetujuan Korban’ Bisa Jadi Alat Memeras Pasangan

Mustofa Nahrawardaya. (Twitter/@TofaTofa_id)

FAJAR.CO.ID, JAKARTA — Humas DPP Partai Ummat, Mustofa Nahrawardaya menyebut frasa persetujuan korban dalam Permendikbudristek 30 masih bermasalah.

Ia menyebut frasa persetujuan korban tidak memiliki bentuk yang jelas. Frasa ini hanya sebatas pengakuan dari korban.

Hal tersebut ia sampaikan melalui akun twitter pribadinya yang dilansir fajar.co.id, Senin (15/11/2021).

“Permendikbud No. 30 memang bermasalah. Ini soal kalimat “persetujuan korban”. Persetujuan Korban ini dalam bentuk surat, kode, suara, atau apa? Nggak dijelaskan di sana,” ucapnya.

Lebih lanjut, Mustofa menyebut frasa ini dapat menjadi alat untuk memeras pasangan.

“Korban bisa saja tiba-tiba ngaku jadi korban, hanya karena imbalannya enggak pas. Atau ingin memeras pasangan,” pungkasnya.

Permendikbud No. 30 menjadi perbincangan hangat belakangan ini, sebab adanya perselisihan paham terkait frasa persetujuan korban pada peraturan ini.

Frasa persetujuan korban dianggap sebagian orang sebagai pelegalan terhadap perzinaan. (zaki/fajar)

Bagikan berita ini:
7
10
2
Tetap terhubung dengan kami:

Komentar