Pro dan Kontra Permendikbudristek 30/2021, Pengamat Pendidikan Bilang Begini

Senin, 15 November 2021 19:48
Pro dan Kontra Permendikbudristek 30/2021, Pengamat Pendidikan Bilang Begini

Abdul Saman

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR – Pro dan kontra pasal 5 pada Permendikbudristek Nomor 30 Tahun 2021 yang dianggap melegalkan perzinahan di lingkup kampus, ditanggapi oleh Pengamat Pendidikan, Abdul Saman.Dia mengatakan, sejatinya tidak ada satu pun kampus, baik itu swasta maupun negeri yang ingin mahasiswinya jadi korban kekerasan seksual.

“Yang pasti tidak ada yang membiarkan pelecehan seksual di kampus. Nda boleh ada seperti itu. Makanya ada juga UU pelecehan seksual untuk melindungi itu,” katanya kepada Fajar.co.id, Senin (15/11/2021). 

“Saya rasa tidak ada yang bisa membenarkan itu. Di mana pun, pelecehan seksual itu,” sambung akademisi Universitas Negeri Makassar (UNM) ini dalam sambungan telepon.

Dirinya pun menilai, Permendikbudristek itu adalah solusi dari permasalahan kekerasan seksual terhadap mahasiswi yang kerap terjadi di setiap lingkungan perguruan tinggi.

Sebelumnya, Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (LBH) Makassar, mengaku menerima banyak laporan soal kekerasan seksual di lingkup kampus.

Kasus ini pun, menurutnya belum mendapat keadilan sepenuhnya dari pihak kampus dan aparat. Kepala Divisi Perempuan, Anak, Disabilitas LBH Makassar, Resky Pratiwi pun mendukung Permendikbudristek itu untuk diresmikan.

Bagikan berita ini:
9
5
4
Tetap terhubung dengan kami:

Komentar