Satu Korban Tewas Tertimbun Longsor di Tator

Senin, 15 November 2021 20:34
Satu Korban Tewas Tertimbun Longsor di Tator

TNI dan warga saat berusaha membersihkan material longsor Desa Randan Batu, Kecamatan Makale Selatan, Tana Toraja, 15 November. RACHMAT ARIADI/FAJAR

FAJAR.CO.ID, TANA TORAJA — Kabupaten Tana Toraja siaga hadapi bencana hidrometeorologi hingga Mei 2022.Bencana hidrometeorologi seperti, tanah longsor, banjir bandang, dan angin puting beliung diprediksi akan melanda wilayah Tana Toraja beberapa bulan mendatang. Salah satu faktornya adalah fenomena La Lina.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Tana Toraja, Alfian A Lolo mengatakan, banyaknya titik longsor yang terjadi di beberapa wilayah mengakibatkan status Tana Toraja masuk dalam kategori siaga bencana.

“Memang ada peringatan dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dan BMKG untuk menghadapi La Lina. Tana Toraja masuk daerah yang rawan terkena bencana hidrometeorologi hingga fenomena La Lina ini berlangsung,” katanya kepada FAJAR, Senin, 15 November.

Kemarin, Minggu malam (14/11/2021), longsor dan angin kencang melanda Dusun Putu, Desa Randan Batu, Kecamatan Makale Selatan, Tana Toraja. Satu korban tewas tertimbun akibat longsor dari ketinggian 30 meter itu.

Alfian mengungkapkan, saat itu korban bernama Yusuf (48), hendak pulang dari mengambil pakan ternak sapi. Situasi hujan deras dan angin kencang membuat Yusuf harus berteduh di sebuah pondok. Tanpa disadari, tebing di belakang pondok longsor dan menimbun korban.

Bagikan berita ini:
5
10
6
Tetap terhubung dengan kami:

Komentar