Tanggapi Ucapan Bupati Banyumas, Novel Baswedan: Takut Kena OTT? Ya Jangan Terima Suap

Senin, 15 November 2021 13:50
Tanggapi Ucapan Bupati Banyumas, Novel Baswedan: Takut Kena OTT? Ya Jangan Terima Suap

Mantan Penyidik senior KPK Novel Baswedan (Miftahulhayat/Jawa Pos)

FAJAR.CO.ID, JAKARTA — Mantan penyidik senior Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Novel Baswedan menyampaikan, operasi tangkap tangan (OTT) jika diberi tahu lebih awal merupakan kebocoran informasi. Menurut Novel, jika aparatur sipil negara (ASN) takut terjaring OTT seharusnya tidak melakukan praktik rasuah.

Pernyataan ini disampaikan Novel menanggapi viralnya ucapan Bupati Banyumas Achmad Husein yang meminta KPK, apabila ingin melakukan OTT terlebih dulu bisa melakukan imbauan.

“Kalau diberitahu dulu, itu bocorkan OTT. Takut kena OTT? Ya jangan terima suap,” kata Novel dalam cuitan pada akun media sosial Twitter pribadinya, Senin (15/11).

Novel menjelaskan, OTT selalu dikaitkan dengan prilaku korupsi delik suap. Menurutnya, dalam Undang-Undang tindak pidana korupsi (Tipikor), suap dikategorikan menerima hadiah atau janji.

“OTT selalu terkait dengan perbuatan korupsi delik suap. Suap itu dalam UU Tipikor disebut menerima hadiah/janji. Artinya setuju untuk menerima (menerima janji) sudah merupakan pidana selesai,” ucap Novel.

“Sehingga petugas yang mau OTT tinggal lihat dilapangan apakah pejabat tersebut berbuat suap,” imbuhnya.

Bagikan berita ini:
2
9
3
Tetap terhubung dengan kami:

Komentar