Tarik Ulur Buruh-Pengusaha, Penentuan UMP Sulsel Berjalan Alot

  • Bagikan

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR -- Upah Minimum Provinsi (UMP) Sulsel belum juga diketuk. Terjadi tarik ulur antara buruh dan pengusaha.

Di sisi lain, buruh menginginkan UMP naik, sementara pengusaha menginginkan UMP turun akibat pandemi Covid-19.

Plt Kepala Kadisnakertrans Sulsel, Tautoto Tanaranggina mengatakan hingga kini belum ada putusan resmi dari dewan pengupahan Sulsel untuk UMP tahun 2022.

"Intinya bahwa kita berusaha mencari yang terbaik. Belum ada keputusan resmi,"katanya, Selasa (16/11/2021).

Toto sapaannya mengungkapkan, pihaknya sudah melakukan rapat koordinasi dengan beberapa perwakilan untuk kemudian hasilnya diserahkan kepada Plt Gubernur Sulsel.

"Dewan Pengupahan Sulsel telah mengadakan rapat, sudah bersidang dan saya sendiri selaku ketua dewan hadir. Rapat dipimpin Prof Rahman itu setelah berjalan alot dan merekomendasikan kepada bapak Gubernur,"ungkapnya.

Toto menambahkan, jika merujuk ke BPS, UMP Sulsel tidak naik. Di mana besarannya masih di angka Rp 3.165.876 di tahun 2021.

"Karena sesuai yang ada kita harus merujuk kepada aturan yang ada di pemerintah pusat. Di mana pemerintah pusat melalui BPS, bahwa kita punya UMP ini kalau kita hitung sesuai rumus itu tidak naik. jadi dia tetap,"paparnya.

Meski begitu, keputusan akan tetap ditentukan oleh Plt Gubernur Sulsel berdasarkan rekomendasi dari dewan pengupahan.

"Tetapi hasil kemarin itu menentukan dan merekomendasikan kepada Gubernur, karena beliau yang akan menerbitkan surat keputusan bahwa kita sepakati batas atas itu 3 juta 056 dan batas bawah ada 2 juta sekian,"jelas Toto.

  • Bagikan