Jokowi akan Stop Ekspor Bauksit dan Tembaga Mentah

Kamis, 18 November 2021 19:31
Jokowi akan Stop Ekspor Bauksit dan Tembaga Mentah

ILUSTRASI. KEBIJAKAN STRATEGIS: Presiden Jokowi dan sejumlah menteri saat groundbreaking smelter PT Freeport Indonesia di Gresik, beberapa waktu lalu. (LUKAS/SETPRES)

FAJAR.CO.ID, JAKARTA — Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) menegaskan, Indonesia harus segera berpindah dari hanya mengekspor mineral mentah beralih menjadi produk hilirisasi. Salah satunya, ekspor bijih bauksit yang mulai dihentikan pada 2022, dan menyetop ekspor bijih tembaga pada tahun berikutnya.

“Nikel pertama, sudah stop. Tahun depan mungkin bisa stop bauksit, kalau smelter kita siap, stop bauksit. Tinggal kita bisa membuka lapangan kerja, hilirisasi industrialisasi di negara kita. Bauksit sudah, tahun depannya lagi stop tembaga karena smelter kita di Gresik sudah hampir selesai,” kata Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) secara virtual, Kamis (18/11).

Menurutnya, tujuan kebijakan larangan ekspor mineral mentah tersebut agar Indonesia dapat menikmati nilai tambah dari ladang sumber daya alamnya sendiri. Sebab, saat ekspor bijih nikel dihentikan, nilai barang bisa meningkat hingga 10 kali lipat.

Bahkan, Jokowi juga memperkirakan, setelah memberhentikan ekspor bijih nikel dan diganti dengan produk turunan seperti besi dan baja, maka nilai tambah bisa menyentuh USD20 miliar pada akhir  2021.

Bagikan berita ini:
10
9
6
Tetap terhubung dengan kami:

Komentar