Konsumsi Cicak dan Kadal untuk Pengobatan, Ini Hukumnya Menurut Islam

Sabtu, 20 November 2021 22:09
Konsumsi Cicak dan Kadal untuk Pengobatan, Ini Hukumnya Menurut Islam

Sejumlah warga menimbang berat cicak yang telah terkumpul untuk diekspor ke luar negeri. (INT)

FAJAR.CO.ID — Belum lama ini, ada informasi yang menyarankan untuk mengobati penyakit asma dengan memakan kadal. Ada yang menyebutkan, ramuan daging kadal juga dapat untuk meredakan penyakit Asma.

Selain itu, jika rutin dikonsumsi, maka khasiatnya mampu meningkatkan vitalitas seksual. Banyak orang percaya kalau memakan kadal itu bisa menyembuhkan atau minimal mengurangi perkembangan penyakit yang kronis tersebut.

Demikian halnya dengan mengonsumsi cicak. Bahkan, media sosial baru-baru diramaikan dengan gambar sejumlah warga yang mengumpulkan cicak untuk dijual. Tidak ketinggalan foto beberapa ekor ciciak yang telah digoreng bersanding dengan nasi di piring. Lalu, bagaimanakah hukum mengonsumsi cicak dan kadal?

Dikutip dari laman halalmui.org, kaidah fiqhiyyah, status hukum mengonsumsi kadal itu termasuk masalah khilafiyah. Para ulama berbeda pendapat. Ada yang menghalalkan, namun ada pula yang mengharamkannya. Bagi yang menghalalkannya, mereka mengemukakan argumen/alasan bahwa segala sesuatu yang diharamkan oleh Allah maupun Rasul-Nya itu sudah dijelaskan di dalam Al-Quran maupun Al-Hadits.

Selebihnya dari itu masuk dalam pengertian bahwa semua yang diciptakan Allah adalah untuk kepentingan dan kemanfaatan manusia. Perhatikanlah firman Allah yang artinya: “Dia-lah Allah, yang menjadikan segala yang ada di bumi untuk kamu semuanya…” (Q.S. 2: 29). Jadi sepanjang tidak ada dalil yang melarang, maka hukumnya boleh atau halal.

Bagikan berita ini:
1
2
8
Tetap terhubung dengan kami:

Komentar