UMP Sulsel Batal Turun, APINDO: Kita Hargai Keputusan Plt Gubernur

  • Bagikan

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR -- Pemprov Sulsel telah telah mengumumkan Upah Minimum Provinsi (UMP) tahun 2022 mendatang. Hasilnya tidak mengalami kenaikan sedikitpun.

Angkanya masih berada di angka Rp3.165.876. Sebenarnya UMP harus turun, namun Pemprov Sulsel tetap bertahan di angka yang sama.

Ketua Asosiasi Pengusaha Indonesia (APINDO) Sulsel, Latunreng tetap mengapresiasi Pemprov. Hasil tersebut dinilai adil bagi pengusaha dan buruh.

"Gubernur sudah menetapkan UMP 2022, kami dari dewan pengupahan mewakili pengusaha berterimakasih kepada buruh, tentu hasil ini sudah dipikirkan gubernur secara matang dan baik, karena bagaimanapun daerah kita butuh pengusaha untuk tumbuh dengan baik, karena ekonomi kita dari tahun lalu terjadi turbelensi terjadi minus," katanya, Sabtu (20/11/2021).

Menurutnya, keputusan yang diambil Pemprov Sulsel bisa berdampak baik baik pengusaha sehingga roda ekonomi bisa kembali bergairah.

"Apapun keputusan gub kami yakin gub tidak akan mungkin melihat pengusahanya tidak bergerak. Saya akan rapat dengan pengusaha terkait hasil ini,"jelasnya.

Untuk itu, pihaknya akan melakukan sosialisasi kepada perusahaan terkait kenaikan UMP tahun depan.

"Mudah-mudahan penetapan UMP ini nantinya akan memicu semangat kegiatan usaha agar ekinomi bisa tumbuh walaupun ada kebalikan dari 3,052 jadi 3,165 kurang lebih tiga persen itu sesuatu yang kita hargai karena pengusaha selalu beriorintasi dengan kebijakan,"pungkasnya.

Sebelumnya, Plt Gubernur Sulsel Andi Sudirman Sulaiman mengungkapkan nilai UMP diambil setelah mempertimbangkan masukan dari Dewan Pengupahan, dan juga dari Serikat Buruh Sulawesi Selatan.

Dapatkan berita terupdate dari FAJAR di:
  • Bagikan