PKB Tuding Pembentukan Pasukan Siber Karena Dana Hibah Rp10 Miliar, MUI: Tidak Ada Hubungannya

Minggu, 21 November 2021 12:50
PKB Tuding Pembentukan Pasukan Siber Karena Dana Hibah Rp10 Miliar, MUI: Tidak Ada Hubungannya

Ilustrasi Muslim Cyber Army (Foto: panjimas)

FAJAR.CO.ID — Majelis Ulama Indonesia (MUI) Wilayah DKI Jakarta, berencana membentuk pasukan siber untuk melawan buzzer yang dinilai meresahkan umat Islam dan memberitakan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan di media sosial.

Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) menilai pembentukan pasukan siber itu punya kaitan dengan dana hibah Rp10,6 miliar dari Pemprov DKI Jakarta kepada MUI. PKB menyayangkan itu.

“Tentu tidak lepas dari bantuan yang diterima MUI dari APBD Provinsi DKI Jakarta. Sungguh sangat disayangkan, hanya karena mendapat bantuan dari APBD, MUI ditempatkan sebagai subordinat kepentingan politik perorangan, yakni Anies Baswedan,” kata Wakil Sekjen PKB, Luqman Hakim kepada wartawan, dikutip Ahad (21/11/2021).

“Tak tahukah wahai MUI, bahwa sesungguhnya APBD itu duitnya milik rakyat, bukan milik Gubernur?” sambungnya

Luqman mengatakan, pembentukan pasukan siber hanya untuk lindungi Anies Baswedan merupakan sesuatu yang berlebihan.

“Seharusnya MUI lebih menunjukkan pemihakan terhadap kepentingan rakyat, bukan penguasa. Menyedihkan,” tuturnya.

Sementara itu, Ketua Umum MUI DKI Jakarta, KH Munahar Muchtar, membantah tuduhan pembentukan pasukan siber lindungi Anies Baswedan karena mendapat dana hibah Rp10,6 miliar.

Bagikan berita ini:
4
2
5
Tetap terhubung dengan kami:

Komentar