Muktamar NU, Dua Kelompok Berbeda Pendapat soal Jadwal Pelaksanaan

Senin, 22 November 2021 10:41
Muktamar NU, Dua Kelompok Berbeda Pendapat soal Jadwal Pelaksanaan

Ilustrasi NU. (Dok. JawaPos)

FAJAR.CO.ID, JAKARTA — Pelaksanaan Muktamar Nahdlatul Ulama (NU) ke-34 masih belum menemukan titik terang. Sebelumnya direncanakan berlangsung pada 23–25 Desember. Namun itu terkendala karena pemerintah menetapkan PPKM level 3 di semua wilayah selama libur Natal dan tahun baru (Nataru).

Hal itu menimbulkan suasana yang kurang kondusif dengan tensi kontestasi para kandidat yang terpolarisasi pada dua kelompok besar. Yakni Said Aqil Siradj (SAS) dan Yahya Cholil Staquf (YCS) yang makin intens.

Dikabarkan, kelompok SAS menginginkan muktamar diundur pada akhir Januari 2022, agar sesuai dengan momen Harlah NU. Sementara itu, kelompok YCS menginginkan muktamar dipercepat pada 17–19 Desember sebelum berlakunya PPKM level 3.

Namun hal yang membuat repot adalah pengambilan keputusan tersebut karena akan terjadi perbedaan pendapat. Sebab pengambil keputusan, yakni Rais Am, Katib Am, Ketum, dan Sekjen juga diasosiasikan dua kelompok tersebut. Alhasil kondisi saat ini pun deadlock, alias menemukan jalan buntu.

Mengenai itu, Rais Syuriah Pengurus Cabang Istimewa (PCI) NU Australia-New Zealand, Nadirsyah Hosen menyarankan agar PBNU turut melibatkan Majelis Tahkim yang berisi 11 ulama sepuh. Jadi, bukan empat orang yang berhubungan dengan dua kelompok itu.

Bagikan berita ini:
6
6
9
Tetap terhubung dengan kami:

Komentar