Anggota MUI Ditangkap Densus 88 Antiteror, Mahfud MD Pastikan Proses Hukum Berjalan Terbuka

Selasa, 23 November 2021 14:28
Anggota MUI Ditangkap Densus 88 Antiteror, Mahfud MD Pastikan Proses Hukum Berjalan Terbuka

TETAP ERAT: Menkopolhukam Mahfud MD (tengah) bersama Ketua Umum MUI Miftachul Akhyar (kiri) dan Bendahara Umum MUI Misbahul Ulum setelah mengikuti pertemuan di kantor Kemenkopolhukam, Jakarta, kemarin (22/11). (HUMAS KEMENKOPOLHUKAM)

FAJAR.CO.ID, JAKARTA — Pemerintah kembali menegaskan bahwa kasus penangkapan anggota Majelis Ulama Indonesia (MUI) yang terindikasi jaringan terorisme tidak memiliki keterkaitan dengan organisasi. Pemerintah justru memastikan bahwa kerja sama dengan MUI akan terus terjalin, tanpa harus dibatasi isu penangkapan tersebut.

Pernyataan itu tersirat saat Menteri Koordinator Bidang Politik Hukum dan Keamanan (Menkopolhukam), Mahfud MD bertemu dengan Ketua Umum MUI Miftachul Akhyar di kantor Kemenkopolhukam, Jakarta, kemarin (22/11).

”Untuk membangun Indonesia baldatun thayyibatun. Yakni, negara yang baik, aman, damai, serta bersatu dalam ampunan dan lindungan Allah Yang Maha Kuasa,” tegasnya.

Tentu, kata Mahfud, pemerintah tak menutup mata atas persoalan yang menyeret MUI. Densus 88 Polri menangkap salah seorang anggota MUI yang kini dinonaktifkan, lantaran diduga terlibat dalam aktivitas kelompok teroris di tanah air. Pihaknya memastikan proses hukum tersangka sesuai dengan ketentuan. ”Berjalan secara terbuka dan sesuai prosedur hukum yang berlaku,” imbuhnya.

Pemerintah juga tidak melarang masyarakat untuk saling melempar pandangan. Namun, masyarakat harus terbuka menerima keterangan yang disampaikan pihak-pihak terkait. Selain itu, pandangan tersebut harus disampaikan tanpa melanggar hukum.

Bagikan berita ini:
5
1
5
Tetap terhubung dengan kami:

Komentar