Anggota DPD RI Abdul Rachman Thaha: Perlu Amandemen UUD untuk Capres Perseorangan

Rabu, 24 November 2021 15:55
Anggota DPD RI Abdul Rachman Thaha: Perlu Amandemen UUD untuk Capres Perseorangan

Anggota DPD RI, Abdul Rachman Thaha

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR- Anggota Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia (DPD-RI) Abdul Rachman Thaha dari Daerah Pemilihan (Dapil) Provinsi Sulawesi Tengah menganggap saat ini masih terjadi kejahatan demokrasi di negara ini atau ketidakadilan demokrasi.

Hal tersebut diungkapkan Abdul Rachman Thaha saat melakukan Focus Group Discussion (FGD) di Menara Gedung Fhinisi Kampus Universitas Negeri Makassar (UNM), Rabu (24/11/2021).

Dalam Focus Group Discussion Tim Kerja Kajian Politik Ketatanegaraan dengan Tema “Amandemen UUD 1945 untuk Koneksi Arah Perjalanan Bangsa” di Ruang Rapat Senat Fakultas Sosial Hukum dihadiri beberapa Anggota DPD-RI. Dantaranya, Hasan Basri, Abdul Rahman Thaha, Erni Sumarni, Tamsil Linrung dan Husain Alting Syah.

Menurut Abdul Rahman Thaha, negara tidak memberikan ruang kepada anak bangsa untuk mencalonkan diri sebagai presiden atau wakil presidenan, sementara banyak anak bangsa di negeri ini juga sebagai tokoh nasinal yang punya banyak kemampuan. Ketidakadilan berdemokrasi nampak didepan mata.

“Calon presiden ini kami wacanakan untuk calon perseorangan atau independen, tidak mesti usungan partai politik atau gabungan partai politik peserta pemilu, seperti juga halnya di daerah, Contohnya pilkada di daerah tingkat Kabupaten dan Provinsi ada calon perseorangan, kenapa ini tidak berlaku secara nasional, inilah pentingnya amandemen, memberikan ruang kepada anak bangsa, tentu juga dengan syarat-syarat yang ditentukan regulasi,” terang Abdul Rachman Thaha.

Bagikan berita ini:
5
10
2
Tetap terhubung dengan kami:

Komentar