Perempuan Bugis Lamar Laki-Laki, Budayawan Bilang Begini

Rabu, 24 November 2021 21:32
Perempuan Bugis Lamar Laki-Laki, Budayawan Bilang Begini

Budayawan Bugis, Ibrahim La Iman

FAJAR.CO.ID, PINRANG — Pihak perempuan yang melamar sebenarnya bukan hal yang baru dalam sejarah Bugis.

Namun dengan adanya kejadian yang viral ini, kembali membuka ruang bahwa perempuan pun bisa dalam posisi setara ikut terlibat untuk urusan uang pesta.

Budayawan Bugis, Ibrahim La Iman menilai fenomena perempuan yang melamar laki-laki pada dasarnya bukan hal yang baru terjadi.

Dalam tradisi Bugis dahulu, pada dasarnya perempuan bisa mengutarakan niat untuk menikahi laki-laki. Perempuan bisa bersama-sama berjuang untuk menanggung pesta pernikahan.

Pria yang akrab disapa Ibrah ini menyampaikan jika uang panaik dan mahar adalah dua hal yang berbeda. Uang panaik bisa dari siapa saja, tetapi mahar harus dari laki-laki.

Menurutnya, fenomena yang terjadi di Bugis ini lebih tepat disebut Saro Mase atau usaha bersama dalam menanggung beban atau biaya pernikahan bersama.

“Saro Mase itu lah yang akhirnya membuka kebiasaan baru. Bahwa bukan hanya laki-laki yang berjuang tetapi perempuan juga bisa berjuang,” jelasnya.

Bagikan berita ini:
2
1
5
Tetap terhubung dengan kami:

Komentar