PMI Asal Mamuju Meninggal di Kongo, Keluarga Minta Penjelasan Perusahaan

Rabu, 24 November 2021 14:36
PMI Asal Mamuju Meninggal di Kongo, Keluarga Minta Penjelasan Perusahaan

Suasana saat Amir Pelu diangkut jenazahnya di Kongo. (IST)

FAJAR.CO.ID, MAMUJU– Pekerja Migran Indonesia (PMI) asal Mamuju, Sulbar meninggal di Kongo. Keluarga menuntut hak-hak dan penjelasan soal kematian PMI yang telah bekerja 17 tahun di wilayah Afrika Tengah tersebut.

Muhammad Amir Pelu kelahiran 8 Oktober 1960 telah dimakamkan di sekitar Rumah Sakit 31 July D’Owando, Kongo, tempatnya dirawat.

Istri korban, Suwarmi Zainuddin menjelaskan bahwa awalnya, suaminya diduga Covid-19 oleh pihak perusahaan, sehingga ia dibawa ke rumah sakit dengan menyewa orang lokal.

Namun belakangan, pernyataan itu diragukan oleh rekan kerja almarhum, bernama Feri dengan alasan pihak rumah sakit menyatakan hasil tes Covid-19 negatif.

“Saya merasa dibohongi oleh pihak perusahaan. Seandainya bukan teman kerja bapak (teman Amir) yang memberi info, kalau suami saya kritis, mungkin kami keluarga telat tahu kalau dia sudah meninggal,” ujar Suwarmi kepada FAJAR, Selasa 23 November.

Informasi soal kondisi suaminya sebelum meninggal hanya didapat dari mantan rekan kerja Amir bernama Feri dan Ibu Nur. Pihak perusahaan tidak pernah berkomunikasi dengan keluarga di Indonesia.

Bagikan berita ini:
8
6
4
Tetap terhubung dengan kami:

Komentar