HKI Komunal Lindungi Aset Budaya Daerah

  • Bagikan

Oleh: Arman
(ASN Kanwil Kemenkumham Sulsel)

Klaim pihak asing atas kebudayaan Indonesia kembali ramai dikritik warga net tanah air. Akun resmi Instagram Adidas Singapura @adidassg menyebut wayang kulit berasal dari Malaysia dalam promosi koleksi sepatu terbarunya, Ultrabosst City Pack, pekan lalu.

Bulan Oktober kemarin, kejadian serupa Miss World Malaysia Lavanya Sivaji mengklaim batik sebagai bagian dari warisan kebudayaan Malaysia. Respon warga net sama, beramai- ramai menggeruduk akun sosial media Lavanya.

Diketahui bahwa Wayang Kulit dan batik adalah bagian dari Hak Kekayaan Intelektual (HKI) Komunal Masyarakat Jawa. Bahkan telah ditetapkan oleh UNESCO sebagai warisan kebudayaan dunia.

Kejadian-kejadian semacam ini telah berulang kali terjadi sebelumnya, dan bisa saja terulang di kemudian hari. Aset-aset kebudayaan kebangsaan kita dicaplok secara sepihak oleh oknum asing.

Faktor-faktor batas wilayah geografis, kemiripan ras kebudayaan, dan sejarah migrasi penduduk memungkinkan hal ini terulang. Peristiwa ini sepatutnya memantik kesadaran kita akan pentingnya upaya perlindungan hukum atas aset kebudayaan, serta memperkenalkannya pada dunia agar diketahui dan mendapat pengakuan.

Kepedulian dan sinergi antar instansi terkait khususnya Pemerintah Daerah dan Kementerian Hukum dan HAM di Wilayah perlu terus digalakkan agar aktif melakukan inventarisasi aset budaya daerah untuk didaftarkan ke dalam HKI Komunal. Pendaftaran ini sebagai bentuk perlindungan hak yang dimiliki oleh kelompok masyarakat tertentu sebagai pemilik aset kebudayaan. Sehingga kekayaan budaya mereka terlindungi secara hukum dan diakui di dunia internasional.

  • Bagikan