Guru Harus Bergerak dengan Hati Pulihkan Pendidikan di Masa Pandemi

  • Bagikan

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR — Refleksi Hari Guru Nasional yang diperingati¬†25 November menjadi topik menarik dalam sosialisasi nilai kebangsaan oleh Anggota DPRD Sulsel, Andi Izman Maulana Padjalangi di Hotel Grand Imawan, Jl Panakkukang, Sabtu, 27 November.

Guru zaman sekarang harus bergerak dengan hati pulihkan pendidikan di masa pandemi. Bagaimana tidak, pandemi Covid-19 menghambat kegiatan belajar di sekolah.

“Di masa pandemi ini, guru memang harus Bergerak dengan hati pulihkan pendidikan. Saat ini juga ada program merdeka belajar, jadi peserta didik bisa mendapat ilmu dari mana dan kapan saja,” kata Analis Kurikulum Dinas Pendidikan Provinsi Sulsel, Sitti Nurjannah dalam sosialisasi itu.

Dia juga menekankan agar guru zaman sekarang harus bertransformasi. Bukan lagi zamannya guru killer apalagi suka menjewer. Guru harus terbiasa dengan kata-kata positif.

“Guru juga harus menghindari memakai bahasa negatif ke peserta didik. Seperti kata-kata kamu malas, kamu bodoh, kamu nakal. Itu akan menjadi karakter. Apalagi kita tahu ucapan adalah sebagian dari doa,” jelasnya.

Andi Izman Maulana Padjalangi berharap pandemi segera berakhir. Dia mengajak seluruh peserta sosialisasi agar tetap menjaga protokol kesehatan meski kasus terkonfirmasi positif Covid-19 terus menurun.

“Saat ini kondisi mulai membaik, sekolah sudah mulai dibuka secara bertahap dengan menerapkan protokol kesehatan. Meski begitu, bapak ibu guru harus tetap berjuang memberikan pelajaran terbaik dan bermakna kepada peserta didik,” harap anggota Komisi B DPRD Sulsel ini.

  • Bagikan