Jemaah Umrah, Arab Saudi hanya Izinkan Penggunaan Hotel Bintang Lima

  • Bagikan

FAJAR.CO.ID, JAKARTA — Pemerintah Arab Saudi hingga kemarin (1/12) belum membuka akses pendaftaran visa umrah untuk Indonesia. Pemicunya adalah integrasi data QR code vaksinasi yang dikeluarkan pemerintah Indonesia belum terkoneksi dengan sistem milik Saudi. Sejumlah pengurus travel umrah sudah mencoba untuk apply visa umrah secara online. Tetapi, mereka tidak bisa masuk tahapan penerbitan visa umrah.

Juru Bicara Vaksinasi Covid-19 Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Siti Nadia Tarmizi membenarkan bahwa sampai saat ini data vaksinasi Covid-19 belum terkoneksi dengan sistem milik Saudi.

”Masih dalam proses karena ada integrasi dengan sistem di Kemenag juga,” katanya tadi malam.

Nadia tidak memberikan komentar lebih lanjut. Termasuk kapan proses integrasi data tersebut bakal diselesaikan. Belum ada pejabat Kemenag yang berkomentar soal integrasi data itu. Integrasi data tersebut sebelumnya juga sempat disinggung Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas. Dia mengatakan, integrasi data vaksinasi itu merupakan bagian dari persiapan menjelang pemberangkatan umrah.

Sementara itu, kalangan asosiasi travel umrah tetap berharap penyelenggaraan umrah bisa dilakukan secepatnya. Sekjen Afiliasi Mandiri Penyelenggara Umrah dan Haji (AMPUH) Wawan Suhada membenarkan bahwa proses penerbitan visa umrah belum dibuka. ”Tapi, pada prinsipnya Arab Saudi sudah memberikan lampu hijau,” katanya.

Wawan menambahkan, mungkin masih ada sejumlah persoalan teknis. Yang pasti, para pengelola travel umrah sudah mulai memesan tiket ke maskapai penerbangan. Di antaranya memesan ke maskapai Garuda Indonesia dan Saudia Airlines. Dia menjelaskan, pemesanan tiket tersebut masih bersifat terbuka. Sebab, belum ditetapkan tanggalnya. Selain itu, pihak maskapai sampai saat ini belum bisa mematok tarif penerbangan umrah.

  • Bagikan