Perlu Ada SOP Penanganan Korban Kekerasan Perempuan dan Anak

  • Bagikan

Fajar.co.id, Luwu Utara — Penanganan korban kekerasan terhadap perempuan dan anak perlu dilakukan secara terpadu dengan mengedepankan rasa empati terhadap korban. Salah satu bentuk penanganan tersebut adalah membuat dan menyusun Standar Operasional Prosedur (SOP).

SOP penanganan korban kekerasan terhadap perempuan dan anak menjadi kebutuhan yang mendesak dan harus segera dibuat dan disusun bersama melalui sinergi dan kerjasama antara organisasi pemerintah dan non pemerintah.

Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Luwu Utara melalui Dinas P3AP2KB mencoba merancang penyusunan SOP melalui Pertemuan Kordinasi Lintas Sektor Pencegahan dan Penanganan Korban Kekerasan serta Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) di Aula Kantor Bappelitbangda, Jumat (3/12/2021).

“Pertemuan ini bertujuan untuk menyamakan persepsi dalam pembentukan SOP Penanganan Korban Kekerasan Perempuan dan Anak serta Nota Kesepahaman Perlindungan terhadap Perempuan dan Anak,” kata Plt. Kadis P3AP2KB, Marhani Katma, pada Pertemuan tersebut.

Marhani mengatakan, selain dukungan Perangkat Daerah terkait, upaya penanganan dan pencegahan korban kekerasan perempuan dan anak ini juga mendapat respon positif dari desa, kelurahan, kecamatan, sampai di tingkat kabupaten

“Dukungan dan respon positif ini menjadi kekuatan bagi kami untuk membangun sinergi program dalam rangka penurunan kekerasan terhadap perempuan dan anak termasuk TPPO,” jelas Marhani yang juga Kepala Dinas Kesehatan Luwu Utara ini.

Salah satu kegiatan yang dilakukan di desa adalah Sosialisasi Pencegahan Pernikahan Usia Anak dan Pelatihan Pengasuhan Positif Berbasis Hak Anak. “Pelatihan ini telah kita lakukan di kurang lebih 50 desa yang penganggarannya melalui dana desa,” tutur Marhani.

  • Bagikan