Bripda Randy Picu Novia Widyasari Bunuh Diri, Polri: Tindak Tegas untuk Dilakukan Pemberhentian Tidak dengan Hormat

  • Bagikan

FAJAR.CO.ID, JAKARTA – Bripda Randy Bagus yang terlibat kasus bunuh diri mahasiswi Mojokerto, Novia Widyasari akhirnya diberhentikan tidak hormat. Hal itu diungkapkan langsung oleh Kepala Divisi Humas Polri, Irjen Dedi Prasetyo di Jakarta, Minggu (5/12).

“Tindak tegas baik sidang kode etik untuk dilakukan pemberhentian tidak dengan hormat (PTDH),” kata dia.

Tidak hanya itu, Bripda Randy Bagus juga akan diproses pidana sesuai dengan pelanggaran yang dilakukannya. Itu sesuai dengan amanat Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo yang tidak akan tebang pilih dalam menindak anggota Polri bersalah, terlebih pelanggaran berat, seperti tindak pidana.

“Polri terus berkomitmen akan melakukan tindakan tegas kepada anggota yang terbukti bersalah,” ujar Dedi.

Polri melalui Polda Jawa Timur telah menahan dan memproses Bripda Randy Bagus yang diduga dengan sengaja menyuruh Novia Widyasari untuk melakukan aborsi sebanyak dua kali.

Divisi Humas Polri melalui akunnya di Instagram menyebutkan dari hasil penyidikan, Bripda Randy Bagus dan Novia Widyasari sudah berkenalan sejak Oktober 2019.

Keduanya berpacaran, lalu melakukan hubungan layaknya suami istri yang berlangsung sejak 2020 sampai 2021.

Selama hubungan tersebut, korban Novia sudah melakukan tindakan aborsi sebanyak dua kali pada Maret 2020 dan Agustus 2021. Atas perbuatan Bripda Randy Bagus, secara internal melakukan perbuatan melanggar hukum Peraturan Kapolri (Perkap) 14/2011 tentang Kode Etik serta dijerat Pasal 7 dan Pasal 11.

  • Bagikan