Prof Marwan Minta KPK Jerat Pengusaha yang Ikut Terlibat di Kasus NA

  • Bagikan

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR — Pengamat Hukum Pidana, Prof Marwan Mas meminta agar para aktor yang ikut disuap maupun menyuap dalam kasus mantan Gubernur Sulsel Nurdin Abdullah (NA) harus ikut dijerat.

Nurdin Abdullah sendiri telah dijatuhi vonis 5 tahun penjara dan denda sebesar Rp500 juta subsider 4 bulan penjara, serta membebankan biaya perkara sebesar Rp10 ribu di Pengadilan Tipikor Makassar, Senin (29/11/2021) lalu.

Menurut Marwan, dalam prinsipnya korupsi merupakan kejahatan yang dilakukan secara bersama-sama, sehingga untuk membongkar semua jaringannya, harus diberantas sampai ke akar-akarnya.

“Nah, mana ini jaringan-jaringannya yang sudah terbukti dalam sidang pengadilan, seperti mantan pejabat di Pemprov Sulsel, mantan ajudannya (NA), sama oknum pengusaha, yang ternyata juga memberikan sesuatu, mereka bisa dijadikan tersangka juga, bisa ikut dijaring,” ujar Prof Marwan, Minggu (5/12/2021)

Dosen Unibos tersebut menjelaskan, alasan Komisi Pemberantas Korupsi (KPK) belum menjerat mereka, karena para aktor tersebut tidak ikut terjaring saat proses Oprasi Tangkap Tangan (OTT).

“Kenapa belum kena jaring, karena mereka tidak pas ikut OTT, tapi terjadinya semua ini adalah rangkaian dari seluruh pengusaha itu,” terangnya.

Apalagi kata Marwan, dalam fakta putusan majelis hakim, terbukti ada tiga kelompok yang ikut terlibat. Pertama pihak pengusaha, kedua mantan pejabat serta mantan ajudan Pemprov Sulsel, dan terakhir oknum pegawai BPK perwakilan Sulsel.

  • Bagikan